detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Muhammad Iqbal Annur  ″JELAS MAHAL LAH HANDPHONE GA DIBAWA MATI MENDING BUAT AMAL BUAT KEPERLUAN ? MASIH BANYAK UNTUK KELAS RAKYAT.. ″
  • KONTRA Wemphy  ″Wajar mahal soalnya di indo banyak yg ababil!.. ″
26%   74% 

Selengkapnya


Rabu, 01/03/2006 18:16 WIB
Gara-Gara Registrasi Prabayar
Indosat Bakal Kehilangan 10-20% Pelanggan
Ardian Wibisono - detikinet


Johnny Swandi Sjam (rou/inet)

Jakarta - PT Indosat Tbk berpotensi kehilangan 10-20 persen dari total pelanggan prabayarnya sebanyak 13,8 juta akibat proses pendaftaran atau registrasi. Angka itu merupakan kartu prabayar yang memasuki masa tenggang. "Angka 10-20 persen itu merupakan prediksi dari konsultan luar negeri yang ditanyai tentang berapa potensi kehilangan pelanggan yang biasa ditimbulkan oleh proses registrasi kartu prabayar," kata Jhonny Swandy Syam, Direktur Pemasaran Indosat di kantornya, Jalan Medan merdekat Barat, Jakarta, Rabu (1/3/2006). Total pelanggan Indosat per akhir Desember 2005 mencapai 14 juta orang yang terdiri dari 13,8 juta pelanggan kartu prabayar dan 200 ribu pelanggan kartu pascabayar. Jhonny yang juga Ketua Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) ini menambahkan, industri seluler akan semakin ketat persaingannya dengan hadirnya dua operator baru yakni Natrindo Telepon Seluler (NTS) dan Cyber Access Communication (CAC). Kompetisi ini, menurut Jhonny, di sisi lain akan menguntungkan pelanggan karena persaingan tarif murah dan kualitas yang makin bagus. Dengan hadirnya dua operator baru itu, pertumbuhan industri seluler diperkirakan masih akan tumbuh 30 persen tahun ini. Hingga akhir tahun 2005, total pelanggan seluler sebesar 45 juta, sehingga pada tahun 2006 ada kemungkinan penambahan sekitar 15 juta pelanggan baru. "Potensi growth masih ada karena penetrasi nasional baru 20 persen dari jumlah penduduk," ujar Jhonny optimistis.(qom) ( wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel