detikcom

Berita Terbaru

Indeks Berita

Forum I-Net

Pro Kontra

Gb
Tak ada yang menampik soal pesona dan performa iPhone 4S. Sayang, ketika masuk Indonesia, harga gadget Apple itu dibanderol cukup tinggi, dengan versi termurah di kisaran Rp 7 jutaan. Apakah harga itu pantas?
  • KONTRA Bagas Nugraha  ″Pantaskah iPhone 4S Dihargai Tinggi? Mending ga usah koment yg ga pernah pake iphone.. Hahahahah.. ″
  • KONTRA John Banthink  ″hahhahaha.... marketingnya apel kebakaran jenggot... dasar budak yahudi..... ″
25%   75% 

Selengkapnya


Selasa, 02/11/2004 11:44 WIB

Aplikasi Gratisan Lokal Berkompetisi di Hong Kong
Wicaksono Hidayat - detikinet

Jakarta - Sebuah software gratis karya anak negeri akan berkompetisi dalam event tahunan di Hong Kong. Berawal dari proyek-proyek yang sifatnya 'kemanusiaan'. Aplikasi tersebut bernama SMS.Me yang dikembangkan oleh Luri Darmawan, pengembang software otodidak dan penggiat Open Source di Indonesia. SMS.Me melaju ke kompetisi APICTA (Asia Pacific ICT Awards) 2004 di Hong Kong di bawah kategori 'Komunikasi'. Menurut Luri, awalnya aplikasi tersebut diikutkan seleksi nasional APICTA hanya sebagai penggembira. "Mengingat yang mengikuti lomba ini para software developer di seluruh indonesia, dan saya yakin pasti banyak diantara mereka adalah orang-orang yang memang sangat pintar dalam ahlinya," ujar Luri kepada Detikcom, Selasa (02/11/2004). SMS.Me merupakan aplikasi yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan aplikasi lain yang berbasis SMS. Baik kirim dan terima SMS, hingga untuk layanan SMS seperti Kuis SMS, Polling SMS, SMS-Web dan berbagai kegunaan lain. Aplikasi ini hanya satu dari beberapa aplikasi yang terdapat di situs KIOSS.com yang didirikan Luri. Pengembangan aplikasi di KIOSS, ujar Luri, kebanyakan dilakukan dengan landasan 'kemanusiaan'. "KIOSS Project sendiri saat ini sangat aktif membuat aplikasi-aplikasi yang justru digratiskan, demikian juga dengan sarana-sarana yang ada kami berikan kesempatan untuk rekan-rekan yang lain agar dapat menikmati," tutur Luri. SMS.Me lolos seleksi yang digelar ASPILUKI (Assosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia) di Universitas Bina Nusantara bulan lalu. "Ternyata yang masuk seleksi untuk kategori ini hanya empat peserta, dan tiga diantaranya semuanya berasal dari Telkom. Jadi cukup membanggakan juga, saya yang hanya dibantu oleh beberapa rekan di KIOSS, bisa bersanding sama kursi bersama pemain besar seperti Telkom," Luri menambahkan. ( wsh )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Share


Berita Terpopuler

Komentar Terpopuler


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Rekomendasi Artikel