detikInet's Community
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 15:22 WIB
Indonesia di 'Daftar Hitam', Pemerintah Diminta Tegas -
Jumat, 19/03/2010 10:50 WIB
Indonesia Masuk 'Daftar Hitam' AS Gara-Gara Open Source? -
Kamis, 18/03/2010 16:01 WIB
HTC Percaya Diri Mampu Lawan Apple -
Kamis, 18/03/2010 12:46 WIB
Sony Disomasi Sony
Sony AK Penuhi Permintaan Sony Corp -
Rabu, 17/03/2010 15:35 WIB
Sony Disomasi Sony
Sony AK Diminta Rahasiakan Pertemuan -
Rabu, 17/03/2010 14:37 WIB
Dell Tuding Sharp dkk Lakukan Kartel Harga LCD
Indeks Berita
detikiNET » LAW AND POLICY
Senin, 13/10/2008 14:45 WIBBanyak yang Meneriaki, Diknas Siap Evaluasi
Ardhi Suryadhi - detikinet
Jakarta - Jutaan data siswa tanah air diumbar secara bebas di situs Diknas. Namun sebagai 'pelaku', pihak Diknas tak akan langsung menutup akses data tersebut karena mau evaluasi dahulu. ( ash / dwn )
Komentar terkini (41 Komentar)
Maman,
Maaf, apakah seperti itu moral pejabat bangsa ini? harus menunggu "korban" baru kemudian dicari solusinya..........alangkah naifnyanya yang namanya manusia dijadikan bahan "percobaan"....bersegeralah insyaf dan memohon ampun.....kepada YME..... 

sihung maung,
jangn menunggu kejadian, pemerintah harus bisa mewaspadai sebelum terjadi yg tidak diinginkan, saya setuju data pribadi yah pribadi 

Ace Demon,
waduh dalihnya ngacu ke UU no 14 KIP
tahu ga sih apa arti dari Privasi? pakai dong logika kalo mau membawa sebuah informasi ke muka publik. Ada yang perlu di-publikasi dan ada yang seharusnya tidak dipublikasi. Coba lihat situs social networking, mereka bahkan menyarankan untuk tidak menuliskan informasi nama asli atau bahkan identitas lain yang bersifat pribadi.
antara UU ama realita kok sering banget bentrok ya? 

Leonnie FM,
oh satu lagi pak: tanya.. gimana bisa jadi pejabat sih dengan pola pikir kayak anda... bapak dulu yang nyiptain sapa pak? kok bisa ya ngomong kayaknya ga lewat proses pikir.. hebat loh pak! Tadi saya udah nulis komen rapi jali, pak.. pake terima kasih. Tapi ga ditayangin, pak. Kalo gayanya gini mungkin ditayangin, pak. 

Fajar Jasmin,
Sebagai salah satu orang yang pertama meneriakkan hal ini, saya pikir komentar pejabat Diknas tadi sungguh menjijikkan..
Apakah Anda mau menunggu sampai ada satu anak yang tak bernyawa sebagai bukti penyalahgunaan data tersebut ? Sudah terbalikkah logika berpikir Anda ? 

kemem,
hahaha...
parah...
apa bapak/ibu diknas menunggu keluhan dari diri sendiri karena bapak/ibu diknas menjadi korban pertamanya.
semoga ga yah..
makanya dipikir-pikir dulu boss 

hendra,
ya inilah mental pejabat pemerintah kita.
lebih suka mengobati dari pada mencegah. 

Haidar,
haahhh??? blom terbukti?? tunggu ada korban dlu baru diknas benahi.. DIMANA OTAKNYA YAAA!!!!!! 

potong aja,
Kalau gini mending jangan kasihj anggaran 20 persen pendidikan pasti tuh dikorupsi habis-habisan nantinya.... 

si bloon,
diknas semakin membodohi masyarakat dengan cara mensuspend setangah hati. hanya mensuspen alamat site yang paling banyak komentarnya. sedangkan site nya sendiri masih aktif dan siap di baca untuk publik. 

Baca juga:





